About Us

Sejarah panjang dan kiprah UI bagi Indonesia dan komitmennya untuk menjadi Guru Bangsa melalui penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi menjadi tenaga pendorong bagi UI untuk terus berperan aktif dan memberikan kontribusi untuk mengatasi permasalahan bangsa. UI akan selalu berupaya memberi sumbangsih pemikiran dan kerja nyata, termasuk dalam mengatasi permasalahan global yang menjadi fokus pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals).

Wakil Rektor UI Bidang Riset dan Inovasi berfungsi untuk membantu Rektor UI dalam penyelenggaraan kegiatan riset dari hulu ke hilir, kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat serta penyediaan dana riset, inovasi dan pengmas bagi sivitas akademika UI baik internal dan eksternal. Dalam penyelenggaran tugas-tugasnya, Wakil Rektor UI Bidang Riset dan Inovasi dibantu oleh 4 (empat) direktorat yang masing-masing dipimpin oleh 1 (satu) orang direktur.

Produktivitas riset dan inovasi UI didorong melalui program-program yang dilaksanakan oleh Direktorat Riset dan Pengembangan (DRP) dan Direktorat Inovasi dan Science Techno Park (DISTP). Program-program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat UI dikoordinir oleh Direktorat Pengabadian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dengan mengedepankan paradigma penta helix melalui kolaborasi lima lini, yakni akademisi, pemerintah, industri, NGO, dan masyarakat sehingga relevan dan menjangkau semua pemangku kepentingan di Indonesia. Adapun Direktorat Adminisntrasi, Data dan Pengelolaan Produk Riset dan Inovasi (DADPPRI) bertugas untuk membantu dan mendampingi proses administrasi terkait penyelenggaraan program riset, inovasi dan pengmas serta proses publikasi produk riset dan inovasi.



Prof. Dr.rer.nat. Abdul Haris

Lahir pada 21 September 1970 di Pemalang dari keluarga petani yang membentuknya menjadi pribadi yang disiplin dan bekerja keras. Abdul Haris memperoleh gelar sarjana dan magister dari Departemen Fisika FMIPA UI, lalu melanjutkan pendidikan doktor dalam bidang Geofisika di Kiel Univeristy. Saat ini dia menjadi seorang Guru Besar.

Dalam jabatannya sebagai Dekan FMIPA UI, dikatakan bahwa dia membawa perubahan melalui penambahan fasilitas kesejahteraan.
Sebanyak dua gedung laboratorium Riset Multidisiplin Pertamina-FMIPA UI juga berhasil didirikan dan hibah sebesar Rp 7 miliar dari Sinar Mas Group juga didapatkan untuk utilisasi gedung tersebut. Ada pula kerja sama dengan beberapa perusahaan, seperti Schlumberger.
Dalam bidang riset, Abdul Haris membuat FMIPA sebagai penghasil publikasi terbesar kedua di UI sehingga berdampak pada peningkatan guru besar hingga 117 persen.

Selain di UI, dia pun tercatat aktif tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) dan terdaftar sebagai Vice President.
Dalam pemilihan rektor UI periode 2019-2014, Prof Abdul Haris memiliki visi “Mengembangkan dan mentransformasi Universitas Indonesia menjadi universitas unggulan di tingkat global dengan tetap mempertahankan nilai-nilai Universitas Indonesia”. Visi itu dijabarkan melalui program HARIS for UI, yaitu Human Capital, Acceleration, Reform, Integration, dan Sustainability.Dia mengatakan bahwa UI memiliki peran besar karena merupakan universitas terbaik di Indonesia dan menjadi guru bangsa. Dia pun menuturkan akan menjadikan UI sebagai universitas yang mandiri dan otonom serta mampu menyelesaikan berbagai masalah.

UI juga diharapkan bisa menjadi agen reformasi dan riset serta harus adaptif dan tanggap karena dunia yang semakin maju ini.
Dia pun menyebutkan bahwa programnya itu untuk menjadikan UI sebagai universitas unggulan serta harus menjadikan dan menghasilkan lulusan-lulusan yang unggul sehingga bisa menghadapi berbagai masalah bangsa.