Menjawab Kebutuhan Masyarakat: UI, PT Etana Biotechnologies Indonesia, dan PT Pertamina Bina Medika IHC Membangun Kemitraan Penelitian dan Pengembangan Obat Berbasis Bioteknologi

Menjawab Kebutuhan Masyarakat: UI, PT Etana Biotechnologies Indonesia, dan PT Pertamina Bina Medika IHC Membangun Kemitraan Penelitian dan Pengembangan Obat Berbasis Bioteknologi

  • Universitas Indonesia bersama PT Etana Biotechnologies Indonesia dan PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) menandatangani naskah Perjanjian Kerja Sama Induk pada Kamis, 30 September 2021 bertempat di Balai Kirti, Universitas Indonesia. Penandatanganan kerja sama ini diharapkan dapat berkontribusi dalam kemajuan ekosistem industri kesehatan di Indonesia melalui penelitian dan pengembangan obat berbasis teknologi. Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh drg. Nurtami, Ph.D., Sp.OF (K) selaku Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, Direktur Utama PT Etana Biotechnologies Indonesia Nathan Tirtana, dan Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC Dr. dr. Fathema Djan Rachmat, Sp.B, Sp. BTKV (K), MPH. Acara ini juga dihadiri oleh Direktur Utama Rumah Sakit UI dan para perwakilan Fakultas Rumpun Ilmu Kesehatan. Rektor Universitas Indonesia yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset,  Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA menyambut baik dan mengapresiasi terjalinnya kerja sama ini. Prof. Dedi juga menyampaikan bahwa adanya kolaborasi ini menjadi kunci untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat saat ini. Selain itu, akan menjadi langkah konkrit kontribusi UI dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mendukung program Pemerintah di bidang kesehatan. Senada dengan Prof. Dedi, Direktur Utama PT. Etana Biotechnologies Indonesia, Nathan Tirtana juga mengapresiasi kerja sama ini. “PT. Etana Biotechnologies Indonesia terus berupaya melakukan penelitian dan pengembangan produk khususnya obat-obatan yang berbasis bioteknologi. Kami berharap terus tercipta sinergi yang baik lintas industri dalam membantu perkembangan ekosistem industri kesehatan, khususnya obat berbasis biofarmasi”, ujarnya. Selanjutnya, Direktur Utama Pertamedika IHC, Dr. dr. Fathema Djan Rachmat juga menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi satu langkah berani dan maju terkait dengan kerja sama dengan perusahaan swasta dalam merespon kebutuhan masyarakat, pasien, khususnya pengobatan dan terapi kanker. “Kolaborasi ini merupakan backbone yang kuat untuk riset dan penelitian di Indonesia, kami memilih UI dan Etana sebab UI terbaik di Indonesia dan dunia, sedangkan Etana merupakan perusahaan yang merintis pembuatan obat berbasis bioteknologi yang baik.” ujarnya. Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, drg. Nurtami, Ph.D., Sp.OF(K)  juga menyampaikan sambutannya dengan menekankan bahwa kini riset bukan hanya riset, tetapi riset harus dilakukan untuk masyarakat. Nurtami juga mengapresiasi terselenggaranya kerja sama ini sebagai bentuk pengembangan ekosistem riset. Kerja sama ini diharapkan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta mampu berkontribusi dalam kemajuan ekosistem industri kesehatan di Indonesia melalui penelitian dan pengembangan obat berbasis teknologi dan merupakan perwujudan triple helix (intellectual, government, business) dalam membangun ekosistem riset dan Inovasi Indonesia. ———————————————————————————————————————————————————- Responding to Community Needs: UI, PT Etana Biotechnologies Indonesia, and PT Pertamina Bina Medika IHC Establish Research and Development Partnership for Biotechnology-Based Drugs Together with PT Etana Biotechnologies Indonesia and PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC), Universitas Indonesia signed the Master Cooperation Agreement on Thursday, September 30, 2021, at Balai Kirti, Universitas Indonesia. The signing of this collaboration is expected to contribute to the advancement of the health industry ecosystem in Indonesia through the research and development of technology-based drugs. The signing of the collaboration was carried out by drg. Nurtami, Ph.D., Sp.OF (K) as the Vice-Rector for Research and Innovation at UI, President Director of PT Etana Biotechnologies Indonesia Nathan Tirtana, and President Director of PT Pertamina Bina Medika IHC Dr. dr. Fatema Djan Rachmat, Sp.B, Sp. BTKV (K), MPH. This event was also attended by the President Director of UI Hospital and representatives of the Faculty of Health Sciences. The Rector of Universitas Indonesia, represented by the Vice-Rector for Human Resources and Assets, Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA, welcomed and appreciated this collaboration. Prof. Dedi also said that this collaboration is the key to solving problems that exist in society today. In addition, it will…

    05 Oct
    05 Oct
  • Senin, 30 Agustus 2021, Direktorat Inovasi dan Science Techno Park, Universitas Indonesia (UI)meluncurkanPameran Inovasi Virtual UIsebagai puncak perayaan Bulan Inovasi 2021. Acara ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi UI, sebagai bentuk partisipasidalam kegiatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang diperingati pada 10 Agustus 2021. Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D.selaku Rektor UIdalam pidato kuncinya mengatakansebagai perguruan tinggi yang unggul, inklusif, toleran dan bermartabat, UI senantiasa berupaya memberikan berbagai solusi atas berbagai macam permasalahan masyarakat Indonesia. Dengan dibukanya pameran inovasi ini, diharapkan dapat mendemonstrasikan setiap hasil produk riset dan inovasi yang dihasilkanoleh sivitas akademika UI secara luas kepada stakeholder, untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.“Kami harap bangsa Indonesia dapat menikmati sensasi berada pada lingkungan virtual 3D dalam pameran riset ini. Kami mempersembahkan pameran ini untuk kemajuan bangsa Indonesia yang tercinta,” ujar beliau. Hadir dalam peresmian Pameran Inovasi Virtual, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., selaku Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mewakili Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Wikan menyampaikan bahwa selama pandemi, kita terus dituntut untuk bisa bertahan. Pandemi bukan menjadi penghalang, justru menjadi ajang agar dapatberinovasi. Persaingan antar universitas dalam negeri sudah tidak relevan lagi, justru harus tercipta kolaborasi untuk memajukan Indonesia. Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, drg. Nurtami, Ph.D., Sp,OF(K) dalam paparannya menyampaikan bahwa riset dan inovasi menjadi tulang punggung bergeraknya universitas tradisional menuju entrepreneurial university. Kedepan, UI akan mengembangkan konsep terpadu yakni Science Techno Park dalam pengembangan inovasi dari berbagai rumpun ilmu. Selama rentang tahun 2015-2021, UI telah menghasilkan 3.890 kekayaan intelektual. UI juga memajukan pertumbuhan industri baru, kecil, dan berbasis teknologi hingga menghasilkan 98 startup yang masih hidup dan berproduksi. Di tahun 2020, telah lahir beberapa inovasi yang membanggakan UI seperti COVENT-20: Ventilator Transport Darurat Lokal Portabel, Implant: Biomaterial Titanium, Bus Listrik, dan Sistem Peringatan Dini dalam mendeteksi ancaman bencana longsor. UI juga memiliki beberapa perusahaan pemula berbasis teknologi seperti Metamorpuzzle (edukasi), Dietela (food and beverage), dan Wear Weird (fashion). “Marilah sivitas akademika UIterus berkomitmen memperkuat inovasi dan daya saing melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Marilah UI berkontribusi positif, turut memajukan industrialisasi nasional, memajukan pertubuhan industri baru, kecil dan berbasis teknologi, melahirkan banyak startup, terjun langsung memanfaatkan produk inovasi ke masyarakat dari Sabang sampai Merauke serta menyumbang pemikiran melalui rekomendasi kebijakan bagi pemerintah”, pungkas Nurtami. Selepas pemaparan Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, acara dilanjutkan dengan pemaparan Direktur Inovasi dan Science Techno ParkUI, Ahmad Gamal, S.Ars., M.Si., MUP., Ph.D. Beliau menyampaikan cara mengakses Pameran Inovasi Virtual UI. Gamal menjelaskan bahwa Pameran Inovasi Virtual UItetap diselenggarakan walaupun di tengah pandemi, sebab hal ini juga menjadi salah satu bentuk inovasi karena mampu menemukan platform untuk menghadirkan pengalaman virtual exhibition sebagai sebuah pengalaman baru. “Pameran virtual dapat dinikmati menggunakan mode virtual reality sehingga menjadi sebuah pengalaman unik tersendiri”, tutur Gamal sembari menunjukkan cara mengoperasikan fitur pada laman www.innovationgaleryui.id. Mengakhiri paparannya, Gamal mengajak seluruh masyarakat untuk dapat mengakses Pameran Virtual UI melalui laman www.innovationgaleryui.id yang dapat diakses hingga satu tahun ke depan. ____________________________________________________________________________________________ Universitas Indonesia Virtual Innovation Exhibition: UI Produced 3890 Intellectual Properties in the Last 6 Years Monday, August 30, 2021, the Directorate of Innovation and Science Techno Park, Universitas Indonesia (UI), launched the UI Virtual Innovation Exhibition as the highlight of the 2021 Innovation Month celebration. This event was a form of UI participation in Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) which is commemorated on August 10, 2021 and was broadcasted live through UI’s official YouTube channel. Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D., the rector of UI, said that as a university that is superior, inclusive, tolerant, and dignified, UI always strives to provide various solutions…

    01 Sep
    01 Sep
  • Direktur Paten, DTLST, dan Rahasia Dagang, Kementerian Hukum dan HAM RI, Dra. Dede Mia Yusanti, M.L.S.., hadir sebagai narasumber dalam rangkaian webinar Bulan Inovasi Direktorat Inovasi dan Science Techno Park Universitas Indonesia (UI). Ia menyampaikan pemaparan tentang “Perlindungan Kekayaan Intelektual di Indonesia” yang menjelaskan tentang perlindungan kekayaan intelektual di Indonesia, selain paten ataupun hak cipta maupun merek, yang bisa dimanfaatkan untuk melindungi karya inovasi dan kreativitas dari dosen, peneliti, maupun mahasiswa. Dede Mia memaparkan bahwa jenis hak kekayaan intelektual (HKI) Indonesia terbagi dua, yaitu Komunal dan Personal. HKI Komunal meliputi sumber daya genetik, ekspresi budaya tradisional, pengetahuan tradisional, dan indikasi geografis. Sedangkan HKI Personal terbagi lagi menjadi dua, yakni Hak Cipta & Hak Terkait dan HKI Industri yang meliputi paten (invensi teknologi), merek (pembeda produk/jasa), desain industri (desain produk), rahasia dagang, desain tata letak sirkuit terpadu (DTLST), dan perlindungan varietas tanaman (PVT). Secara umum perlindungan terhadap HKI terbagi tiga, katanya, yaitu secara konstitutif, deklaratif, dan yang sifatnya dilindungi karena kerahasiaan. Perlindungan yang diberikan secara konstitutif meliputi paten, merek, desain industri, DTLST, indikasi geografis, dan PVT, dimana prinsip pendaftarannya adalah first to file. Kemudian, sistem deklaratif perlindungannya diberikan untuk Hak Cipta dan Hak Terkait, dan secara otomatis terdaftar sejak diekspresikan/diumumkan oleh pencipta, dan yang terakhir adalah perlindungan kerahasiaan yang diberikan untuk rahasia dagang seperti resep produk (komposisi, proses, dan lainnya) selama rahasia terjaga.   Produk yang dilindungi Hak Cipta dan Hak Terkait berdasarkan UU No 28 tahun 2014 adalah buku & karya tulis, musik & lagu, karya seni rupa, fotografi, audio visual, drama & koreografi, program komputer, dan lainnya. “Hak Terkait adalah hak yang berkaitan dengan Hak Cipta yang merupakan hak eksklusif bagi pelaku pertunjukan, produser fonogram, atau lembaga penyiaran. Hak eksklusif dalam perlindungan Hak Cipta meliputi hak moral (hak atribusi) seperti kutipan dalam karya tulis seseorang yang digunakan oleh orang lain, dan hak ekonomi (hak komersialisasi/pemanfaatan ciptaan),” ujar Dede. UU Nomor 31 tahun 2000 tentang Desain Industri, mendefinisikan Desain Industri sebagai suatu kreasi bentuk, kongurasi, atau komposisi garis dan warna yang memberikan kesan estetis pada suatu produk, komoditas industri, maupun kerajinan tangan. Desain industri bisa berbentuk tiga atau dua dimensi. Desain yang telah didaftarkan akan mendapat perlindungan selama 10 tahun sejak tanggal penerimaan dan tidak bisa diperpanjang. Kriteria desain yang dapat dilindungi diantaranya tidak bertentangan dengan ideologi negara, moral, agama, peraturan UU, kesusilaan, dan ketertiban umum; memiliki kebaruan dan belum pernah dipublikasikan; desain produk semata-mata karena fungsinya tetapi lebih pada penampilan luar yang terlihat mata (kombinasi seni dan fungsi); bentuk desain konsisten tidak berubah-ubah dan kasat mata; dan dapat diproduksi massal. Tentang Merek, menurut UU Nomor 20 tahun 2016, adalah sebuah tanda untuk membedakan suatu produk barang atau jasa. Merek terdaftar dilindungi selama 10 tahun dan dapat diperpanjang terus setiap 10 tahun. Ada beberapa kriteria permohonan merek yang ditolak oleh DJKI Kemenkumham RI, yaitu jika nama merek hanya menyebutkan jenis barang/jasa yang dimohonkan pendaftarannya seperti mendaftarkan merek jus untuk jenis barang jus; kedua, jika nama merek berkaitan dengan sifat barang/jasa yang dimohonkan pendaftarannya seperti mendaftarkan merek ‘hitam’ untuk kopi; dan jika memiliki persamaan dengan merek milik pihak lain yang lebih dahulu dimohonkan pendaftarannya atau sudah terdaftar, misalnya merek pakai ‘adidaz’ yang memiliki persamaan dengan merek terkenal. “Paten adalah hak eksklusif yang diberikan kepada penemu invensi (inventor) atas hasil invensinya di bidang teknologi, berdasarkan UU Nomor 13 tahun 2016 dan UU Cipta Kerja Nomor 11 tahun 2020,” kata Dede. Ia mengatakan bahwa tidak semua invensi merupakan teknologi yang kompleks dan rumit. Ada dua jenis invensi yang lebih sederhana dan praktis, serta bisa mendapatkan paten sederhana yaitu paten dilindungi selama 20 tahun (tidak dapat diperpanjang), dan paten sederhana dilindungi 10 tahun (tidak dapat diperpanjang)….

    16 Aug
    16 Aug
  • Dalam rangka menyongsong Hari Teknologi Nasional 2021, Direktorat Inovasi dan Science Techno Park Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan kegiatan berjudul Bulan Inovasi Universitas Indonesia (9 – 13 Agustus 2021) melalui aplikasi zoom dan kanal Youtube resmi UI. Rangkaian acara terdiri dari seminar daring, focus group discussion, dan talkshow dengan narasumber dari berbagai latar belakang –akademisi hingga tokoh di dunia usaha–, ditampilkan pada Bulan Inovasi tersebut. Selain itu, pameran inovasi virtual akan diluncurkan pada tanggal 30 Agustus 2021 oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, Nadiem Makarim. Pada hari pertama pelaksanaan Bulan Inovasi Universitas Indonesia terdapat seminar dengan topik pembahasan “Menyambut Kemerdekaan Indonesia yang ke-76 dengan Kemandirian Produksi Alkes: Ventilator UI dalam E-Catalog LKPP” dan focus group discussion yang mengangkat tema “Reposisi Hubungan UI dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk Peningkatan Produktivitas dan Pengelolaan Riset dan Inovasi”. Pembahasan melalui metode kuliah umum dengan narasumber Dr. Laksana Tri Handoko, Kepala BRIN dan drg. Nurtami, Ph.D., Sp,OF(K), Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi difokuskan pada urgensi dan dampak peningkatan kerja sama UI dan BRIN dalam meningkatkan jumlah inovasi nasional. drg. Nurtami menyampaikan tentang dampak pasca bergabungnya BRIN dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yakni pada berbagai regulasi terkait inovasi, yang kemudian harus dilaksanakan UI sebagai institusi pendidikan. UI mengantisipasi perubahan dalam lembaga inovasi nasional tersebut dengan memperkuat hubungannya dengan lembaga penghasil produk riset inovasi dan kebutuhan pasar. “Kami menekankan (posisi UI) pada demand pull dan bukan lagi berorientasi pada technology push melalui Peraturan Rektor UI No.31/2019 dan Peraturan Rektor UI No.18/2015,” ujar Nurtami. Ia menyampaikan rekomendasi hubungan UI-BRIN ke depan berlandaskan pada model triple helix (pemerintah, universitas, dan industri) untuk mengakomodasi produk riset dan inovasi nasional. Menurutnya, pada koridornya pemerintah wajib memberikan pendanaan bagi riset universitas; universitas memberikan produk riset inovasi bagi kepentingan industri; dan, industri pada akhirnya memproduksi dan menyediakan lapangan kerja. Kendati demikian, model ini seringkali memiliki permasalahan, seperti ketidaksejajaran peran, tidak adanya komunikasi yang mapan, perbedaan prioritas/fokus, dan ketidaksinambungan kepentingan semua unsur. Oleh karena itu, dapat dibentuk  skema-skema kerja sama  komplementer antara pemerintah dengan industri, yang melengkapi skema triple helix yang sudah ada. Unsur tambahan tersebut akan dapat menanggulangi kendala yang telah dirumuskan berdasar pada model triple helix sebelumnya. Handoko menyampaikan materi tentang riset yang dilakukan oleh perguruan tinggi dan dampaknya terhadap tingkat riset nasional, karena mayoritas periset yang ada saat ini berada di perguruan tinggi. “BRIN sangat membutuhkan perguruan tinggi, karena hampir 90% dari peneliti yang ada di Indonesia dihasilkan oleh perguruan tinggi, sedangkan sisanya baru muncul dari lembaga-lembaga penelitian,” ujar Handoko. Ia memaparkan bahwa periset di perguruan tinggi menurut standar United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization, bukan hanya dosen melainkan juga peneliti dan mahasiswa pascasarjana. Berdasarkan fakta tersebut, BRIN memiliki banyak skema riset untuk menghasilkan produk inovasi dengan basis perisetnya adalah mahasiswa pascasarjana yang tengah gencar direkrut oleh BRIN. Menurut Handoko, mahasiswa pascasarjana merupakan sumber daya manusia utama periset di negara manapun. Pernyataan tersebut diimplementasikan dalam model Manajemen Talenta Nasional di bidang riset dan inovasi. Dalam model tersebut, BRIN memberikan ruang khusus bagi mahasiswa pascasarjana, baik di tingkat magister maupun doktor untuk mendapatkan dukungan biaya dan infrastruktur riset untuk penyelesaian tesis dan disertasi. Setelah tuntas mengenyam perkuliahan, BRIN pun telah menyiapkan biaya beserta infrastruktur riset bagi individu yang telah menyelesaikan jenjang perkuliahan doktor. Model yang BRIN buat tersebut sangat spesifik dengan mencantumkan proyeksi umur bagi masing-masing skema dukungan riset seperti dukungan riset untuk tesis ditujukan pada mahasiswa magister yang berusia 21 – 24 tahun dan riset untuk disertasi ditujukan pada mahasiswa doktor yang berusia 23 – 29 tahun. Model Manajemen Talenta Nasional di bidang riset dan inovasi tersebut tidak hanya ditujukan bagi peneliti yang mengenyam pendidikan di Indonesia saja. Warga negara Indonesia yang mengenyam pendidikan di luar…

    16 Aug
    16 Aug
  • Universitas Indonesia (UI) melalui Direktorat Inovasi dan Science Techno Park (DISTP) menyelenggarakan Bulan Inovasi UI sebagai upaya menjalankan salah satu tujuan Tridharma Perguruan Tinggi, serta berpartisipasi dalam memeriahkan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) tahun 2021. Bulan Inovasi UI dilaksanakan pada 9, 10, 12, dan 13 Agustus 2021, dan diselenggarakan melalui platform zoom, serta disiarkan secara live streaming di kanal youtube UI. Kegiatan tersebut terdiri dari rangkaian webinar, focus group dicussion, talkshow, dan pameran inovasi virtual, dengan mengangkat topik terkait tahap perkembangan riset dan inovasi para akademisi, pengelolaan kekayaan intelektual, hilirisasi produk riset dan inovasi melalui kerja sama lisensi komersialisasi atau membentuk start-up hingga pembahasan tentang funding dan strategi menarik investor yang diperlukan bagi start-up. Rektor UI Prof. Ari Kuncoro, S.E, M.A, Ph.D hadir sebagai keynote speaker sekaligus membuka acara tersebut. Prof. Ari menyampaikan bahwa UI senantiasa berupaya menjadi pemberi solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa. Hal itu yang mendorong UI bertransformasi menuju Entrepreneurial University. Berbagai aktivitas yang dilakukan UI, termasuk dalam bidang riset dan inovasi, tidak lagi bertujuan sekadar mendorong terciptanya reputasi akademik melalui publikasi dan jumlah hak kekayaan intelektual, melainkan untuk hal yang berdampak lebih besar dengan mendorong hilirisasi dan komersialisasi seluruh daya pikir dan berdaya cipta. UI juga berperan besar menjadi mitra terbaik pemerintah dalam penyusunan kebijakan berbasis publik (evidence based policy) diantaranya dalam penanganan pandemi, pembatasan sosial, strategi vaksinasi, dan isu lainnya. “Webinar ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, dan sivitas akademika UI, serta dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas karya produk riset dan inovasi produk kekayaan intelektual maupun tercapainya hirilisasi produk riset dan inovasi,” ujar Prof. Ari. Dalam webinar sesi pertama Bulan Inovasi UI yang bertajuk “Kemerdekaan Indonesia yang Ke-76 dengan Kemandirian Produksi Alkes: Ventilator UI dalam E-Catalog LKPP” menghadirkan empat pembicara, yaitu Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono, M.Eng (Dekan Fakultas Teknik UI), Dr. Basari, S.T., M.Eng. (Ketua Tim Ventilator UI dan Ketua Program Studi Teknik Biomedik FTUI), Ir. H. Hadi Pranoto (Direktur CV Bartec Utama Mandiri), dan dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.S. (Kepala Unit Gawat Darurat Rumah Sakit UI). Sesi tersebut dipandu oleh Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG, MPH (Guru Besar Fakultas Kedokteran UI). Dr. Hendri mengatakan bahwa, “COVENT-20 ini dimulai sejak bulan Februari dengan penelitian yang cukup singkat dan extraordinary, karena hanya dimulai dari bulan Maret sampai bulan Juni 2020, yaitu hanya empat bulan dan saat ini sudah bisa meluncur ke beberapa rumah sakit di seluruh Indonesia. Tetapi memang harus menunggu sampai kurang lebih satu tahun untuk bisa masuk ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP),” ujarnya. Dr. Basari, S.T., M.Eng. menambahkan tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana mengembangkan sebuah ventilator transport terstandar yang dapat digunakan untuk emergency. Ventilator transport merupakan mesin yang membantu pernapasan dan memberikan support oksigen pada pasien selama di perjalanan menuju rumah sakit. “Ventilator UI berawal saat kita berpikir untuk mencoba ventilator yang sedang dibutuhkan pada saat itu, yaitu ventilator transport ditambah dengan fungsi CPAP,” ujar Dr. Basari. Ir. H. Hadi Pranoto menjelaskan dua fungsi COVENT-20, yaitu Mode Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) yang berfungsi mencukupi kadar oksigen dalam darah pada pasien dengan kondisi sadar agar kadar oksigen dalam darah meningkat. Sedangkan fungsi Mode Continuous Mandatory Ventilation (CMV) ialah membantu pasien yang dalam keadaan tidak sadar, dan mengalami kesulitan bernapas. “Alasan mengembangkan ventilator transport dikarenakan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang mengalami gagal napas dan membutuhkan transportasi ventilator di rumah atau saat perjalanan menuju ke RS dalam ambulans, lebih tinggi dari pada pasien yang positif terinfeksi Covid-19, serta kurangnya tempat tidur pasien rumah sakit,” ujar Hadi. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.S. (Kepala Unit Gawat Darurat RSUI) juga menerangkan bahwa situasi pandemi Covid-19 di Indonesia membutuhkan sumber daya yang kuat, salah satunya adalah alat kesehatan. RS dituntut harus bisa menolong pasien apapun situasi dan kondisinya. “COVENT-20…

    16 Aug
    16 Aug
  • Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPM) UI menyelenggarakan webinar bertajuk “Sumedang Menyongsong Pemajuan Kebudayaan Melalui Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi” pada hari Jumat, tanggal 6 Agustus 2021 secara daring menggunakan platform Zoom dan disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Pengmas UI. Webinar terselenggara berkat kerja sama UI dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang sebagai salah satu upaya untuk memetakan persoalan di wilayah Kabupaten Sumedang sekaligus menyusun pemecahan persoalan secara kolektif menggunakan teknologi dan inovasi budaya. Webinar dibuka oleh drg. Nurtami, Ph,D., SpOF(K) selalu Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian UI kepada masyarakat Indonesia, sekaligus membuka kesempatan bagi para pengabdi UI untuk mempelajari beragam hal yang dapat digali di Kabupaten Sumedang, khususnya terkait dengan kemajuan budaya lokal yang secara serempak dapat memberikan dampak baik pada pengembangan ekonomi kreatif dan juga kondisi sosial. “Terkait dengan bidang riset misalnya, pembangunan materi informasi berbasis geospasial akan sangat berguna bagi pemerintah kabupaten dalam upaya menata wilayah, mendata resiko-resiko kebencanaan, dan juga sangat berguna dalam pelestarian ekosistem yang ada di Kabupaten Sumedang”, ungkap Beliau. drg. Nurtami, Ph,D., SpOF(K) (Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI) Webinar dilanjutkan dengan sambutan oleh Agung Waluyo, S.Kp., M.Sc., Ph.D. selaku Direktur DPPM UI. “Kami mengharapkan dari webinar ini tercipta gagasan orisinil dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat dan pemutakhiran ilmu pengetahuan budaya dan teknologi yang dapat digunakan pada implementasi riset dan pengabdian masyarakat tersebut”, pungkasnya. Agung Waluyo, S.Kp., M.Sc., Ph.D. (Direktur Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat UI) Acara utama webinar menampilkan 4 orang narasumber yang dipandu oleh Dr. L.G. Saraswati Putri, M.Hum selaku Kasubdit Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat DPPM UI. Narasumber yang pertama yaitu Herman Suryatman selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang. Dalam presentasinya beliau menyampaikan mengenai transformasi budaya di Kabupaten Sumedang yang mempunyai peluang untuk dapat dielaborasi dan eksplorasi dalam melakukan pembangunan di segala bidang. Munculnya persoalan disrupsi dari pandemi, digital, dan kalangan milenial harus dapat diantisipasi, salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan melakukan transformasi budaya yang berfokus pada teknologi informasi dan kearifan lokal. “Skema transformasi budaya yang diharapkan di Sumedang ke depan adalah bagaimana kita mewujudkan tatanan hidup baru berbasis kearifan lokal dan teknologi informasi. Hanya dengan dua itu, Sumedang satu sisi bisa membumi, disisi lain bisa melangit”, ujar Herman. Herman Suryatman (Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang) Narasumber kedua yaitu Prof Dr. Asep Karsidi selaku pakar teknologi geospasial yang saat ini tengah mendalami dan mencermati riset-riset khususnya terkait dengan pembentukan data-data informasi di Sumedang. Dalam presentasinya, beliau membagikan pengalamannya melakukan riset dan menerapkan teknologi Sistem Informasi Geografis (GIS). GIS adalah perangkat yang mampu mengolah, mengedit, mengintegrasikan, menganalisis dan menampilkan data berbasis spasial. “UI dengan banyak fakultasnya diharapkan mampu untuk membantu dalam membangun konten dalam konteks budaya sebagai pengungkit perekonomian dan kesejahteraan rakyat Kabupaten Sumedang, serta merancang suatu sistem yang mampu mengintegrasikan berbagai jenis data dalam format digital berbasis geospasial (satu data – satu peta) agar dapat dimanfaatkan secara berdayaguna dan berhasilguna melalui Sistem Infomasi Geografis dengan cara pandang geografi, berpikir ruangan, interaksi manusia dan lingkungan, menyangkut di mana dan mengapa”, pungkasnya. Prof Dr. Asep Karsidi (Pakat Teknologi Geospasial) Narasumber ketiga yaitu Raden Iki Lukman Soemadisoeria selaku Sri Radya Keraton Sumedang Larang dan merupakan tokoh penting dalam pengembangan budaya Sumedang Larang. Beliau menyampaikan sejarah keraton Sumedang Larang, visi dan misi, serta strategi kebijakan meliputi strategi revitalisasi, strategi konservasi, dan strategi apresiasi. “Kami dari keraton Sumedang Larang yang berfungsi sebagai pusat pelestarian dan pengembangan budaya, mendukung dan mengapresiasi sekali terhadap harapan berkaitan dengan pembangunan khususnya pembangunan di bidang kebudayaan, khususnya untuk Kabupaten Sumedang dan umumnya untuk Jawa Barat”, ungkapnya. Raden Iki Lukman Soemadisoeria (Sri Radya Keraton Sumedang Larang) Selanjutnya narasumber…

    12 Aug
    12 Aug
  • Direktorat Inovasi dan Science Techno Park Universitas Indonesia (DISTP UI) menyelenggarakan Webinar Seri 1 bertema perubahan iklim. Webinar kali ini berjudul “Climate Change Challenge: Preparing for Indonesia’s Green and Sustainable Future” dan diselenggarakan pada Jumat, 11 Juni 2021 pukul 09.00-11.30 WIB. Webinar yang dilakukan secara daring via Zoom dan disiarkan secara live streaming di kanal Youtube ini merupakan bentuk kerja sama antara UI dengan perusahaan BUMN di bidang keuangan dan pembiayaan infrastruktur. Acara dibuka dengan penyampaian keynote speech oleh Rektor Universitas Indonesia, Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D. Beliau menyampaikan peran penting Universitas Indonesia untuk mengupayakan berbagai mitigasi dalam mengurangi dampak perubahan iklim global melalui riset dan inovasi. “Kegiatan webinar ini merupakan pintu gerbang untuk kerja sama antara lain dalam kajian yang berhubungan dengan Climate Change dan diharapkan dapat menghasilkan riset dan inovasi dengan mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan pasar dalam memitigasi perubahan iklim, dan tentunya sejalan dengan visi dan misi Special Mission Vehicles (SMVs) Kementerian Keuangan,” ujar Prof. Ari. Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI), Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D., selaku keynote speaker kedua mengutarakan komitmen Indonesia untuk mengatasi isu perubahan iklim yang diturunkan dalam berbagai kebijakan dan program. Kementerian Keuangan aktif mendukung dan memfasilitasi berbagai program tersebut, salah satunya dengan cara melakukan climate budget tagging untuk pengendalian dampak perubahan iklim. “Kami dari pemerintah akan mencoba terus merumuskan kebijakan, mengembangkan berbagai instrumen pembiayaan, dan menciptakan program-program yang juga konsisten dengan climate change ini,” pungkas Menkeu. Webinar dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Febrio Nathan Kacaribu, S.E., MIDEC., Ph.D. yang menjabat sebagai Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu RI. Dalam presentasi yang berjudul “Financing Strategies for Climate Change Infrastructure Development”, Febrio menjelaskan bahwa selama pandemi terjadi penurunan emisi gas rumah kaca, baik dalam skala internasional maupun skala domestik akibat adanya aktivitas ekonomi dan mobilitas global. “Oleh karena itu, perlu adanya transformasi ekonomi ke arah sistem yang lebih ramah lingkungan serta mendorong aksi mitigasi perubahan iklim. Kebijakan APBN sebagai instrumen fiskal sangat diperlukan untuk mendukung komitmen pemerintah terkait perubahan iklim,” paparnya. Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Laksmi Dhewanthi, M.A., memberi penjelasan mengenai investasi jangka panjang yang harus dilakukan Indonesia sebagai strategi dalam mitigasi perubahan iklim. Laksmi mengatakan, “investasi adalah sebagian dari sumber daya yang harus kita sediakan. Kita punya strategi penerapan emisi. Kita harus punya strategi bagaimana pengembangan dan pemanfaatan sumber daya, tidak hanya investasi yang dibutuhkan tetapi juga membutuhkan insentif dari pemerintah untuk membangun pasar”.   Setelah pemaparan materi dari narasumber, sesi berikutnya adalah panel diskusi yang dimoderatori oleh Ahmad Gamal, S.Ars., M.Si., MUP., Ph.D. dan menghadirkan 6 panelis dari BUMN (PT. SMF, PT. SMI, PT Geo Dipa Energi, PT. IIF, LPEI, dan PT PII) yang membahas mengenai peran masing-masing perusahaan dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Sesi terakhir adalah sesi pembahas sekaligus tanya jawab oleh Mohammed Ali Berawi, M.Eng.Sc., Ph.D. (Direktur Center for Sustainable Infrastructure Development UI, Dosen Fakultas Teknik UI) dan Prof. Drs. Jatna Supriatna, Ph.D. (Ketua Research Center for Climate Change UI, Dosen Fakultas MIPA UI), lalu ditutup dengan closing statement oleh drg. Nurtami drg. Nurtami, Ph.D., Sp,OF(K) selaku Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi.     Webinar dapat diakses kembali pada tautan: https://www.youtube.com/watch?v=XFzrozs1SCI       UI Invites Government and SOE to Work Together to Address Climate Change   Universitas Indonesia’s Directorate of Innovation and Science Techno Park (DISTP UI) hosted a webinar titled “Climate Change Challenge: Preparing for Indonesia’s Green and Sustainable Future” on Friday, January 11, 2021 at 09.00-11.30 WIB. This webinar was conducted online via Zoom and Live Youtube is a form of collaboration between UI and state-owned enterprises in finance and infrastructure financing. Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D., the Rector of the University of…

    21 Jun
    21 Jun
  • Nomor      : B/139/B5.2/KI.02.00/2021                                                                                                                                                                     14 Juni 2021 Lampiran : – Hal            : Pemberitahuan Pemeliharaan Server SINTA Yth. 1. Pimpinan Lembaga/ Perguruan Tinggi 2. Verifikator SINTA 3. Author SINTA Bersama ini kami informasikan bahwa akan dilakukan pemeliharaan/ maintenance server Science and Technology Index (SINTA) pada, hari/tanggal  : Senin – Minggu/ 14 Juni 2021 – 20 Juni 2021 waktu             : 17.00 WIB s.d selesai Sehubungan dengan hal tersebut pemutakhiran data SINTA melalui proses login Author dan Verifikator sementara waktu tidak dapat di akses. Adapun tampilan grafis (user interface) pada SINTA tetap dapat digunakan seperti biasanya. Atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu yang baik, kami ucapkan terima kasih. Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual,   TTD   Prof. Dr. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng. NIP 197601181999031002   Tembusan: Plt. Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan   Download : Pemberitahuan Maintenance SINTA

    15 Jun
    15 Jun
  • 03 Aug
    03 Aug
  • Registration: https://bit.ly/dadppri1   During the quarantine period, many academics initially expected to have more time to work on their data, write, send out manuscripts, or learn about new methods and topics with varying degrees of success. As parts of the world start to relax the social distancing restriction, we will be facing another unprecedented work situation that none of us was trained for in our postgraduate education. This workshop will discuss how we negotiate the demands from different facets of our academic career in the context of the current and forthcoming uncertainty.

    03 Aug
    03 Aug